Heloo guys berhubung gue abis jalan jalan di blognya bang Dika, gue mau share nih tulisan tulisan bang Dika yang menurut gue keren keren dan tentunya nyess banget di hati gue pas baca, dan makanya gue share di blog gue ^_^ so check it out guys :)
.....
"
Unrequited love, atau cinta yang tak berbalas, rasanya adalah hal yang paling bikin
ngais tanah
yang bisa terjadi pada diri kita. Untuk tahu kalau cinta kita tak
berbalas, rasanya seperti diberitahu bahwa kita tidak pantas untuk
mendapatkan orang tersebut. Rasanya, seperti diingatkan bahwa kita,
memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang
tersebut."
.....
"Perjuangan melawan cinta adalah perjuangan melawan ingatan. Bagi orang
yang cintanya tak berbalas, melupakan seseorang adalah tahap yang paling
krusial sekaligus paling susah untuk dilakukan. Bengong dikit, keinget
dia lagi. Nyoba kenalan sama orang baru, eh inget lagi. Makanya,
sekarang ada istilah
mentok yang dipakai untuk menggambarkan orang yang gak bisa move on. Sedihnya, dan gak ada istilah
bablas."
.....
Gue: Unrequited love itu gak enak banget. Kayak itu, tau gak, katanya
Charlie Brown di komik Peanuts: "Tidak ada yang bisa menghilangkan rasa
selai kacang seperti cinta yang tak berbalas."
Dia: Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love.
Gue: Ya, bener. Semuanya jadi gak ada rasanya.
Dia: Kalo elo, pernah gak dapet cinta yang tak berbalas?
Gue: Pernah.
Dia: Oh ya?
Gue: Iya.
Satu hal yang tidak dia tahu adalah, gue pernah suka banget sama dia.
Dan dia, waktu itu, tidak pernah menunjukkan hal yang sama.
Ini yang ironis, dia adalah orang yang menghilangkan rasa selai kacang di lidah gue.
.....
Perasaan gue sekarang?
Missing her so.. :)
.....
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci
deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan
tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan
berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa
tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu
adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci
kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya,
menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta,
semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu
menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi
kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi,
aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah
pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan
biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu
yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada
maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh
percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang
bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa
pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus
semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu
mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh,
aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku
merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas
semua kecanggungan itu..., tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, "Hey! Ini hanya
ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua
tidak punya anything in common," harus dimentahkan oleh hati yang
berkata, "Jangan hiraukan logikamu."
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri
kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku
benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa
cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh
cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di
balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan
meletup pelan-pelan...
Aku takut sendirian.
.....
"Gue juga gak mau dilupakan.
Gue gak mau hanya menjadi semacam nama yang hilang begitu saja."
.....
"Menemukan buku untuk dibaca itu seperti menemukan pacar. Pertama-tama
dilihat-lihat dulu dengan seksama, kalau cover-nya oke, baru deh
dideketin. Bedanya, setelah ngerasa oke dengan pandangan pertama, bagian
belakang bukunya bisa dipegang. Lah kalo nyari pacar dengan cara
seperti itu (langsung pegang belakangnya) bisa ditabok kiri-kanan lah!
Selanjutnya bisa ditebak, menemukan buku untuk dibaca berarti membaca
lembaran demi lembaran pertamanya, kalau kita tertarik dengan paragraf
pertamanya, kita akan baca lembaran berikut dan berikutnya dan
berikutnya."
.....
Kalau ada yang baca Harry Potter (and I'm sure lots of you do), pasti tau
Dementor.
Bagi yang gak tahu, Dementor adalah "makhluk penghisap kebahagiaan" yang
membuat korban mereka berpikir tidak akan bisa bahagia lagi.
Satu-satunya cara untuk mengusir Dementor, Harry Potter harus
mengeluarkan mantra yang bernama
Patronus.
Nah, untuk mengeluarkan mantra Patronus dengan baik, Harry harus
mengingat tentang hal-hal yang ngebuat dia bahagia sambil mengarahkan
tongkat sihirnya ke Dementor.
To be honest, akhir-akhir ini lagi banyak Dementor di hidup gue; that
means lagi banyak pikiran yang menggangu, yang ngebuat gue jadi down,
jadi gak seneng, jadi males ngapa-ngapainnya. Dan gue akhirnya berpikir,
untuk mengusirnya, gue perlu mengeluarkan mantra Patronus gue sendiri.
Walaupun gak punya tongkat sihir..
my Patronus charm works.
Sekarang gue lagi senyum. :)
Apa mantra Patronus kamu?
.....
"Gue jadi inget, gak selamanya gue
bakal ada di dalam posisinya jelek. Gak selamanya bernasib buruk.
Kadang, kalau kita sedih, kita berpikir, kita gak akan bisa ngelewatin
ini... kita gak bahagia.. dan kita orang paling miserable di dunia ini.
Dengan mengingat-ingat yang seneng-seneng lagi, gue jadi sadar, yah
mungkin hidup gak selamanya di atas. Gue pernah bahagia, dan beberapa
saat lagi I will get my spirit back."
.....
Kepada dia
Jika saja,
kamu sesimpel 1 + 1 = 2
maka aku tidak perlu susah-susah
mencari kalkulator
atau menemukan formula
untuk membuat kamu
lebih mudah untuk dimengerti.
.....
Haha oke guys itu aja deh yang gue share ke kalian :D kalo kalian mau
baca lebih banyak yaa jalan jalan aja sendiri ke websitenya bang dika :
www.radityadika.com terus klik kategori di menu bar websitenya :D